Ahmad Tamami Husein: Nggak Sembarang, Tukang Jagal Pun Kudu Sertifikasi

Depok – Untuk menjadi seorang penyembelih wajib hukumnya mengetahui tata cara penyembelihan yang sesuai dengan syariah Islam, seperti menghadap kiblat, saat menyembelih, hewan qurban tak boleh diinjak dan dibanting.

“Termasuk sosok penyembelihnya juga harus sehat. Tidak dalam keadaan sakit. Kenapa harus sehat? Karena dari segi higenis, tubuh manusia yang sakit akan langsung kontak dengan daging yang akan dikonsumsi,” ungkap Ketua Juleha Indonesia wilayah Jadebotabek, Hendri Indriansyah atau yang dikenal dengan nama Hendri Ibrahim.

Kalau si penyembelih sedang batuk atau pilek, maka kumannya bisa terkontaminasi pada daging yang disembelih itu. Sehingga menjadi tidak higenis,”

Seperti kita ketahui, Eropa punya peternakan sapi yang luar biasa,  distribusi dagingnya dilakukan secara terus menerus. Nah, negara-negara tersebut akan meminta juru sembelih dari muslim. Bahkan Malaysia pun  melihat kita, membentuk komunitas Juleha. Adapun ilmunya dari kita. Dengan demikian, Juleha jangan diklaim lahir dari Malaysia, melainkan Indonesia.

Juleha Indonesia saat ini menggagas sebuah tempat penyembelihan yang higenis atau yang disebut Box Locker (tempat pemotongan) yang bisa dibawa kemana-mana. Harapannya, masjid-masjid yang selama ini jadikan tempat penyembelihan hewan qurban tetap dalam keadaan bersih. Darah hewan qurban pun tidak berceceran sehingga kumannya tidak menyebar kemana-mana.

Ketika ditanya, apakah keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) dirasa kurang cukup? “Sebetulnya sudah cukup. Hanya saja, masyarakat ingin hasil pemotongan hewan qurban, selain halal, thoyib, ihsan, dan stetap higenis. Hewan qurban harus kontak dengan tubuh si penyembelih. Intinya adalah kita harus ihsan kepada hewan. Kalau, manusia telah bersahabat dengan hewan qurban, biasanya dagingnya jauh lebih enak.”

Dikatakan Hendri, jangan sampai hewan yang akan disembelih sudah stress lebh dulu, karena tata caranya tidak sesuai dengan syariah. “Termasuk harus ada hijab diantara hewan lain, agar tidak melihat hewan yang akan disembelih.

“Bau kambing yang prengus itu biasanya akibat hewan qurban yang  stress, cara perlakuan terhadap hewan tidak ihsan. Misalnya seperti diinjak, dibanting dan dilempar. Memotong hewan pun tidak dengan senjata yang tajam,” tukas Hendri yang sehari-hari bekerja sebagai pengusaha Aqiqah dan melayani penjualan hewan qurban.

Sertifikasi untuk Penjagal

Sementara itu Ketua Komunitas Golok Depok, Ustadz Ahmad Tamami Husein S.Ag yang juga Penasihat Komunitas Juleha (Juru Sembelih Halal) Indonesia berharap, ke depan Juleha Indonesia menjadi lembaga profesi  seperti lembaga advokat atau akuntan publik  yang setara. Juleha Indonesia ke depan menjadi sebuah lembaga profesional yang menerbitkan sertifikasi dalam hal standarisasi pemotongan hewan, seperti sapi dan kambing.

“Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah sebetulnya belum terstandarisasi. Mereka melakukan pemotongan hewan karena berdasarkan kebiasaan saja. Juleha Indonesia nantinya dapat mengarahkan para jagal untuk melakukan pelatihan sembelih halal yang sesuai dengan syariah dan terstandarisasi.

Dikatakan Tamami, cara pemotongan di RPH berbeda dengan pemotongan hewan qurban di masjid-masjid. “Di masjid Cuma tersedia tali dan golok. Sementara yang menonton peyembelihan hewan qurban, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa  justru membuat hewan qurban menjadi stress.”

Juleha Indonesia bersama Komunitas Golok Depok melakukan kerjasama dengan Dinas Ketahanan pangan dan pertanian serta peternakan Kota Depok, termasuk MUI, akan melalukan  pelatihan yang  lebih terstruktur sesuai syariah. Bahkan perlu sekolah khusus untuk para calon jagal. Melalui pelatihan sembelih halal atau sekolah jagal ini, maka profesi tukang jagal yang profesional bisa diwujudkan.

“Jadi nggak bisa sembarangan untuk menjadi tukang jagal. Idelanya, seorang yang berprofesi sebagai tukang jagal itu idelanya harus yang mengerti ilmu bilah dan mengerti agama.”

Juleha Indonesia juga menggagas pembuatan Box Lock atau kotak yang terbuat dari besi. Tujuannya hewan bisa direbahkan dengan menggunakan alat itu. Box lock juga bisa dipadukan dengan mobil pick up.

“Sepuluh tahun yang lalu, kami sudah minta pada alumni IPB untuk membuat box lock yang bisa dibawa kemana-mana. Namun, sampe sekarang belum ditemuka box lock yang bagus.(des)

Komentar

komentar