Sebut Saja Pusat Kebudayaan Betawi Jatinegara

Jatinegara – Selama ini banyak orang mengenalnya Gedung Eks Makodim. Gedung menyerupai Istana Negara itu telah direnovasi dan memiliki beberapa bangunan khas Betawi di halaman dalam. Namun, sangat disayangkan, jika gedung tersebut kosong dari aktivitas.

Moment peluncuran Gerbang Betawi yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, MS.i dan dr. Ashari ini, setidaknya mengawali kegiatan yang dinamakan “Keriaan Betawi Jatinegara 2017”.

Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Keriaan Betawi Jatinegara 2017, Rabu (25/10), mengatakan, Gedung bekas Kodim Jatinegara, Jakarta Timur di Jl. Raya Bekasi Timur No.76 Jatinegara, Jakarta Timur, disulap menjadi arena untuk memfasilitasi kegiatan kesenian dan kebudayaan Betawi.

Walikota Bambang berharap acara kebudayaan Betawi tersebut rutin digelar setiap tahun di gedung ini. Acara yang menampilkan beragam kegiatan Betawi tersebut bisa menjadi awal kebangkitan kembali kebudayaan Betawi di Jakarta. “Ini suatu kebangkitan dimulainya budaya Betawi, baik itu kuliner, kesenian, kerajinan, dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara itu, Prof Sylviana Murni, Ketua Panitia Keriaan Betawi Jatinegara, menambahkan gedung eks Kodim tersebut sangatlah cocok untuk mengembangkan budaya Betawi di Jakarta.

“Gedung ini bisa menjadi salah satu dari tujuan wisata yang punya nilai cagar budaya. Gedung eks Kodim ini sudah lama diserahterimakan ke Dinas Pariwisata DKI. Dinas punya konsep mengembangkannya, salah satunya bermitra dengan Gerbang Betawi untuk mengembangkan pusat kebudayaan Betawi di gedung eks Kodim Jatinegara ini,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap acara Keriaan Betawi tersebut bisa menjadi acara tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Insya Allah akan menjadi event tahunan yang mengekspos kearifan lokal Betawi,” ucapnya.

Ketika ditanya, siapa pengelola Gedung Pusat Kebudayaa Betawi tersebut? Mpok Sylvie mengatakan, Gedung Pusat Kebudayaa Betawi itu aset Pemprov DKI dan masih kewenangannya Kepala Badan Aset Daerah DKI Jakarta.

“Pengelolaan gedung itu belum diserahkan ke Kadis Pariwisata DKI. Panitia Pelaksana Keriaan Betwi Jatinegara sudah meminta, baik melalui Wagub maupun Kadis Parbud agar Gerbang Betawi diberi kesempatan ikut mengelola Pusat Kebudayaa Betawi Jatinegara,” ungkap Mpok Sylvie.

Keriaan Betawi Jatinegara

Acara Keriaan Betawi Jatinegara dimulai sejak tanggal 25 – 28 Oktober 2017.  Berlokasi di gedung bekas Kodim 0505 Jatinegara, acara ini dihelat untuk memeriahkan deklarasi perkumpulan Gerbang Betawi dengan menampilkan secara lengkap seni dan budaya Betawi.

Di halaman depan gedung, ada bazar yang menyajikan aneka kuliner Betawi serta pernak-pernik Betawi. Masuk ke dalam gedungnya ada ‘museum’ mini Betawi yang memamerkan foto-foto pahlawan dan tokoh Betawi, seperti Mohammad Husni Thamrin, KH Abdullah Syafei, KH Noer Alie, Benyamin Suaeb, Firman Muntaco, dan lain-lain. Dipamerkan pula lukisan Betawi karya Sarnadi Adam, pameran buku karya Putra Betawi, dan perabotan Betawi.

Setiap hari Keriaan Betawi Jatinegara menampilkan kesenian Betawi yang beragam, seperti lenong, musik gambang kromong, ondel-ondel, band, layar tancep, dan lain-lain. Kemudian ada diskusi Betawi tentang topik “Melahirkan Juragan-juragan Betawi” yang menampilkan pembicara Wakil Gubernur Sandiaga Uno pada Jumat (27/10). Serta ada pula lomba-lomba seperti lomba baca cerpen Betawi dan lagu-lagu Betawi. Yang menarik ada tayangan video mapping di gedung eks Kodim Jatinegara ini dengan tema “Betawi Dulu, Kinim dan Mendatang”.

Turut hadir dalam pembukaan Keriaan Betawi Jatinegara 2017, Ketua Umum Bamus Betawi H Oding, Direktur Eksekutif Gerbang Betawi dr Ashari, dan perwakilan ormas Betawi, serta pemerintah kota Jakarta Timur.  [des]

Komentar

komentar